Thursday, 11 July 2013

Anak Aktor Hollywood




Anak Aktor Hollywood Jadi Muallaf di Indonesia

Jumat, 03 Agustus 2012 23:15
JAKARTA-Anak aktor Hank Garrett, Reid Spencer Garret, memutuskan menjadi mualaf di Indonesia. Reid yang juga kekasih dari aktris dan pesinetron Indonesia, Uli Auliani, mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Agung Al-Jihad Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat 3 Agustus 2012, siang.

Tepat pukul 10.15 WIB, didampingi Uli, anak aktor Hollywood ini dengan lancar mengucapkan dua kalimah syahadat dibimbing oleh H. Ahmad Fuadi dari Masjid Agung Ciputat. Reid mengaku menjadi muallaf dengan pencariannya selama ini.

Ia mengatakan telah mempelajari berbagai agama yang ada di dunia. Setelah pencarian panjangnya melalui bantuan internet, ia merasakan yakin akan Allah swt. Ia pun akhirnya memutuskan memeluk Islam. Sebelumnya, sejak kecil, Reid merupakan penganut Yahudi. Hijrahnya Reid ke Islam ia akui semua karena Allah.

"Saya masuk Islam karena saya merasakan ketertarikan pada Islam. Bukan semata-mata karena Uli, tapi karena Allah," ujar Reid, saat ditemui seusai pengucapan dua kalimat syahadat.

Namun, Reid mengakui selama ini Uli sangat mendukung langkahnya tersebut. Ia pun menyatakan kegembiraannya karena dapat mempelajari Islam bersama orang yang dia anggap spesial dalam hidup. "Saya sangat amazing dengan sikap Uli. Dia sangat mendukung," kata Reid yang merupakan warga negara Amerika Serikat tersebut. | sumber:republika

Wednesday, 10 July 2013

mualaf sejagat



Lima kisah inspiratif mualaf sejagat

Rabu, 2 Ramadhan 1434 H / 10 Juli 2013 11:36
Lima kisah inspiratif mualaf sejagat
(Arrahmah.com) - Mualaf. Mereka mengubah keyakinan dulu menjadi sepenuhnya memeluk Islam dan mengakui keesaan Allah SWT. Di tengah caci maki banyak kalangan terhadap agama dibawa Nabi Muhammad SAW, Islam justru berkembang cukup pesat. Bahkan beberapa waktu lalu di surat kabar the Daily Mail, Islam bakal menjadi agama utama di Inggris satu dekade lagi.
Anda beragama Islam diajak mengenal tokoh-tokoh mualaf sangat inspiratif. Mereka datang dari latar belakang berbeda dengan satu tujuan, menjalankan kehidupan sesuai perintah Allah SWT termaktub dalam kitab sucinya Al-Quran.
Dilansir dari pelbagai situs dan surat kabar yakni dailymail.co.uk, the Guardian, dan sebagainya. Berikut lima kisah mualaf paling inspiratif sejagat.

1. Bilal Philips, mualaf mampu Islamkan 3.000 tentara Amerika

Bilal Philips. thehabarinetwork.com
Bilal Philips. [thehabarinetwork.com]
Abu Ameenah Bilal Philips bernama asli Dennis Bradley Philips. Dia berdarah Jamaika namun masa kecilnya dihabiskan di Kanada. Perjalanannya mengenal Islam menarik untuk disimak.
Sebelum menjadi muslim, Philips menganut musik dan cinta sebagai agamanya. Dibesarkan dalam kultur musik Jamaika kental membuat ia memilih menjadi gitaris. Di kesengsem Jimi Hendrix dan Bob Marley. Saat berkuliah di Universitas Simon Frasier, Kota Vancouver, Kanada, dia kerap ngamen di klub dan kafe mempertontonkan kemahirannya bermain musik.
Bermain musik memberikan kesempatan pria kelahiran Jamaika, 6 Januari 1946, ini menjelajah ke berbagai negara, termasuk Malaysia dan Indonesia pada 1960-an. Di dua negara berpenduduk mayoritas Islam ini, Philips mulai tertarik mempelajari agama Nabi Muhammad.
Balik ke negaranya pada 1972, lelaki berjanggut ini memutuskan mempelajari Islam secara intensif. Dia kerap berdiskusi dengan para cendekiawan muslim dan mempelajari buku-buku agama rahmatan lil alamin ini. Tak perlu waktu cukup banyak, beberapa bulan kemudian Philips mengucapkan dua kalimat syahadat, tanda sumpah serta pengakuan keesaan Allah dan Rasulullah sebagai utusanNya.
Setelah menjadi muslim, Philips memutuskan berhenti menjadi musikus dan mempelajari agama barunya lebih dalam. Dia mengaku tidak nyaman lagi bermusik. “Menjadi artis rentan terhadap perilaku dilarang Allah seperti obat-obatan, seks bebas, perempuan, dan pergaulan salah. Saya tidak mau seperti itu lagi,” ujarnya.
Dia kembali bersekolah dengan mendaftarkan diri ke jurusan studi Islam di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi. Alasannya, dia ingin belajar Islam dari sumber klasik di kota-kota bersejarah dan bukan budaya prakteknya. “Beda lingkungan akan berbeda menerjemahkan Islam,” kata Philips.
Kelar di Universitas Madinah, Philips terus belajar. Kali ini dia mendaftar program master di Universitas Riyadh. Selain berkuliah, dia juga nyambi menjadi pembawa acara Why Islam di Channel Two, stasiun televisi milik pemerintah Saudi. Acara seputar wawancara dengan para muallaf dari berbagai latar belakang dan ketertarikan mereka mempelajari Islam. Dengan membawa acara itu, Philips mengaku imannya semakin kuat. Tak cuma menjadi presenter, dia juga menulis buku, antara lain Poligami dalam Islam dan Prinsip Dasar Iman dalam Islam.
Kelar kuliah S2 pada 1990-an, Philips bekerja di departemen agama markas besar Angkatan Udara Arab Saudi di Ibu Kota Riyadh. Kala itu Perang Teluk tengah berkecamuk. Irak menginvansi ke Kuwait karena menolak menghapus utang luar negeri negeri Saddam Hussein itu. Posisi Kuwait kewalahan dan meminta bantuan ke Amerika Serikat. Negara adidaya itu mengirimkan pasukannya dan membuat pangkalan di Arab Saudi.
Ketika tentara Amerika bermarkas di Negeri Petro Dollar itu, Philips kebagian memberikan materi tentang Islam kepada mereka. Ini penting untuk mengajarkan pengetahuan benar Islam bukanlah agama menyukai kekerasan. Hasilnya, sekitar tiga ribu serdadu Amerika masuk Islam.
Selepas Perang Teluk, Philips dikirim ke Amerika untuk mendampingi para tentara muallaf itu. Dia mendapat bantuan dari anggota tentara beragama Islam untuk membuat konferensi dan kegiatan. Usahanya ini membuahkan hasil dan militer Amerika akhirnya membangun musala di seluruh pangkalan militer mereka.
Kelar proyek itu, Philips hijrah ke Filipina dan mendirikan pusat informasi di Mindanao serta universitas berbasis Islam di Cotobato City. Pada 1994, Philips mendapat undangan bergabung dengan lembaga amal Dar Al Ber di Dubai, Uni Emirat Arab. Di sana ia membentuk pusat informasi Discover Islam di Kota Karama. Proyeknya kali ini mengundang ulama dari pelbagai negara. Dalam lima tahun, pusat informasi itu telah membuat 15 ribu orang dari seluruh penjuru dunia mengucapkan dua kalimat syahadat.

2. Daniel Streich, benci masjid namun kini bersujud

Daniel Streich. u2screative.blogspot.com
Daniel Streich. [u2screative.blogspot.com]
Daniel Streich, anggota Partai Rakyat Swiss (SVP) menjadi sosok terkenal. Bukan saja awalnya dia sangat menentang keras pembangunan masjid di negaranya, melainkan dirinya secara mengejutkan berpindah haluan menjadi seorang muslim.
Streich penganut kristen taat. Dia dibesarkan dengan ajaran Kristiani dan semasa kecil pernah bercita-cita menjadi pastor. Namun ketika remaja niatnya berubah. Ia mulai gemar berpolitik dan tanpa ragu terjun langsung menjadi anggota partai ternama di Swiss.
SVP bukan partai sembarangan. Di dalamnya terdiri dari cendekia, ilmuwan, pelajar, dan pegiat bukan dari kalangan muslim. Partai ini menjadi penentang nomor wahid penyebaran Islam di Swiss dan Streich paling vokal menyerukan penutupan masjid di seantero Negeri Cokelat ini.
Streich mempropagandakan anti-Islam ke seluruh negaranya. Ia menaburkan benih-benih kemarahan dan cemoohan bagi umat Islam di Swiss. Ia merasa mimbar dan kubah masjid tidak cocok dengan budaya negara itu. Ia juga menuding Islam agama teroris, pembuat onar, dan kekerasan.
Dalam usahanya menyingkirkan Islam dari Swiss, lelaki ini malah mempelajari Alquran dan Islam. Ia berharap dengan memahami ajaran Nabi Muhammad itu, dia mampu meruntuhkan iman kaum muslim. Yang terjadi, ia malah terpesona dengan agama rahmatan lil alamin ini.
Semakin jauh Streich belajar Islam, semakin tenggelam dia dalam keindahan agama samawi itu. “Banyak perbedaan saya dapatkan ketika mempelajari Islam. Agama ini memberikan saya jawaban logis atas pertanyaan hidup penting dan tidak saya temukan di agama saya,” katanya.
Presiden Organisasi Konferensi Islam (OKI) Abdul Majid Aldai mengatakan orang Eropa sebenarnya memiliki keinginan besar mengetahui Islam dan hubungan antara Islam dengan terorisme, sama halnya dengan Streich.
Dulu, Streich sering meluangkan waktu membaca Alkitab dan pergi ke gereja, tapi sekarang ia membaca Alquran dan melakukan salat lima waktu setiap hari. Dia keluar dari SVP dan mengumumkan status muslimnya. Streich bilang telah menemukan kebenaran hidup dalam Islam yang tidak dapat ia temukan dalam agama sebelumnya.

3. Anne William Kennedy, cendikiawan Inggris jadi muslim di Palestina

Anne William Kennedy
Anne William Kennedy
Anne William Kennedy, perempuan dan cendekiawan asal Inggris itu memeluk Islam di Jalur Gaza, Palestina. Dia mengucapkan dua kalimat syahadat didampingi oleh Ketua Asosiasi Sarjana Palestina Dr. Salim Salama.
Setelah selesai bersyahadat dan diteruskan doa, Anne dan Salim melakukan konferensi pers di kantor Asosiasi Sarjana Palestina diliput oleh beberapa stasiun televisi. Dia lalu mengganti namanya menjadi Khadijah Hassan.
Anne yakin memeluk Islam setelah dia bertukar pikiran dan berdialog dengan Yusuf Hassan, seorang pemuda asal Khan Yunis, Gaza Selatan. Sebelum memutuskan menjadi muslimah, pemegang gelar sarjana di bidang ekonomi, politik, dan filsafat itu membaca buku-buku tentang Islam.
Anne mengaku gembira setelah resmi menjadi muslimah dan bangga bisa berada di Jalur Gaza. Menurut dia kota itu tepat buat ditinggali kaum muslim. Dia masih mengajar agama di sebuah sekolah di Inggris sampai sekarang.
Dalam konferensi pers, Salim Salama mengucapkan selamat kepada Anne yakin menjadi muslimah. Di akhir jumpa pers, dia memberikan sebuah mushaf Alquran dengan terjemahan Inggris kepada muslimah itu.

4. Arnoud van Doorn, anti-Islam kini jadi muslim

Arnoud van Doorn. [omroepwest.nl]
Arnoud van Doorn. [omroepwest.nl]
Arnoud van Doorn, salah satu anggota partai politik sayap kanan Belanda dari Partai Bagi Kebebasan, yang dikenal anti-Islam dikabarkan telah masuk Islam. Doorn menjadi muslim setelah dia melakukan penelitian mengenai agama ajaran Nabi Muhammad itu dan kehidupan kaum muslim.
“Saya mengerti kenapa semua orang skeptis, terutama mengenai hal-hal yang tak terduga bagi banyak orang. Ini merupakan keputusan besar yang saya tidak anggap remeh,” kata Doorn.
Kabar keputusan Doorn masuk Islam pertama kali muncul saat dia menyebut kata ‘awal baru’ di akun Twitter dia bulan lalu. Dia kemudian menulis kalimat syahadat dalam bahasa Arab untuk memproklamirkan kepercayaan barunya itu. Doorn akhirnya mengumumkan bahwa dia sudah masuk Islam.
“Orang-orang terdekat saya tahu bahwahampir setahun belakangan inisaya sedang aktif membaca Alquran, hadist, sunnah, dan buku-buku lainnya tentang Islam,” ucap Doorn. “Di samping itu, saya juga banyak melakukan berbagai percakapan dengan kaum muslim tentang agama.”
Dia mengatakan dorongan daripartainya agar mempunyai sikap menentang Islam justru membuatnya penasaran dan ingin menggali tentang kebenaran agama Islam sendiri.
“Saya mendengar banyak pandangan buruk mengenai Islam. Namun, saya bukanlah tipe orang yang hanya mengikuti pendapat orang lain tanpa melakukan penelitian terlebih dahulu,” ucap dia.
Doorn menjelaskan dia akhirnya mulai melakukan penelitian lebih dalam tentang Islam untuk menjawab rasa keingintahuannya itu “Kerabat saya, Abu Khoulani, dari dewan perwakilan Kota Hague telah membawa saya untuk berhubungan dengan anggota Masjid As-Sunnah, yang akhirnya membuat saya mengenal lebih jauh tentang Islam.”
Doorn yang juga merupakan anggota parlemen Belanda dan dewan perwakilan Kota Hague, memang telah lama dikait-kaitkan dengan sikap anti-Islam lantaran tergabung dengan partai pimpinan Geert Wilders itu. Wilders memang dikenal sebagai politikus penentang Islam, kaum muslim, dan Alquran.
Bahkan, Wilders pernah menegaskan perjuangannya menghentikan penyebaran Islam di Eropa dan dunia merupakan tujuan utama dalam hidupnya. “Perjuangan anti-Islam adalah misi hidup saya,” kata lelaki 49 tahun itu.
Doorn mengatakan dirinya sadar telah berbuat kesalahan dalam kehidupannya seperti halnya orang lain. Namun, dia menyebut, dari kesalahan-kesalahan itu, dirinya justru telah belajar banyak. “Dengan menjadi Islam, saya merasa telah menemukan jalan saya. Saya menyadari ini adalah awal baru dan saya masih harus banyak belajar.”

5. Taki Takazawa, mantan tukang tato Yakuza jadi imam masjid di Jepang

Taki Takazawa
Taki Takazawa
Nama aslinya Taki Takazawa. Rambutnya gondrong dan tubuhnya dipenuhi tato. Secara penampilan, dia nampak mirip dengan anggota kelompok mafia Jepang, biasa disebut Yakuza. Dia memang mantan tukang tato para anggota geng paling ditakuti di Negeri Matahari Terbit itu. Selama 20 tahun profesi itu digelutinya.
Tapi pandangan negatif pada penampilan fisiknya itu berubah saat dia mengumandangkan Azan. Takazawa kini menjadi Imam sebuah masjid di Ibu Kota Tokyo. Setelah mengucapkan dua kalimat Syahadat, Takazawa mencantumkan nama muslim Abdullah, berarti Hamba Allah SWT.
Perkenalannya dengan Islam secara tidak sengaja terjadi di Wilayah Shibuya. Takazawa melihat seseorang dengan kulit dan janggut putih. Orang itu juga mengenakan baju dan turban warna suci. “Orang itu memberikan sebuah kertas dan menyuruh saya membaca kalimat tertera bersama dia,” ujarnya.
Kalimat itu ternyata Syahadat, pengakuan pada ke-esaan Allah SWT dan Muhammad SAW sebagai utusannya. Meski tak paham secara keseluruhan, Takazawa pernah mendengar sepintas Allah dan Muhammad. Seperti kebanyakan penduduk Jepang, Takazawa menganut aliran kepercayaan Shinto.
Pertemuan dengan orang serba putih itu membekas di ingatan Takazawa. Dua tahun setelah memeluk Islam, dia bertemu lagi dengan sosok inspiratifnya itu. “Ternyata dia pernah menjadi Imam di Masjid Nabawi, Kota Madinah, Arab Saudi. Saya bersyukur bisa bertemu dengannya,” katanya.
Imam Masjid Nabawi itu meminta Takazawa untuk menjadi Imam di masjid di wilayah Shinjuku. Sebelumnya, dia melaksanakan ibadah haji dan menimba ilmu beberapa bulan di Kota Makkah. Nama Takazawa terkenal lantaran dia menjadi satu di antara lima imam Masjid besar di Jepang, dari 13 juta populasi manusia di Tokyo.
(merdeka.com/arrahmah.com)

Wednesday, 26 June 2013

CR7

Cristiano Ronaldo Sebagai Duta Forum Peduli Mangrove Bali.


cr7 bali




cr7 bali

cr7 bali


cr7 bali

cr7 bali

cr7 bali

cr7 bali

cr7 bali

cr7 bali

cr7 bali

Kedatangan Cristiano ronaldo ke indonesia,memanfaatkan masa liburan musim panas kompetisi  eropa.
bersama pacarnya irina shayk ,selain berlibur  CR7 datang ke bali untuk memenuhi undangan artha graha
sebagai duta forum peduli mangrove bali.
Ronaldo bersama pak SBY dan bos artha graha tomy winata,secara simbolik melakukan penyiraman dan pemberian pupuk untuk bibit pohon bakau di telaga waja,tanjung benoa bali.


Laurent Booth, Ipar Tony Blair



Laurent Booth, Ipar Tony Blair : Permusuhan Terhadap Muslim di Inggris Bertambah

 lauren-Booth

Laurent Booth, ipar mantan Perdana Menteri Toni Blair, mengatakan, setelah berita kematian seorang tentara Inggris “Lee Rigby” wanita Muslimah di London sering mendapat tatapan permusuhan baik di kendaraan umum atau di tempat-tempat umum lainnya, seolah-olah mereka ingin memukul. Ia juga memperingatkan akan bahaya peningkatan jumlah kelompok yang membenci Islam di Inggris.
Ia menambahkan dalam pernyataannya di stasiun televisi “ITV” pada hari Sabtu Juni 2013,”ketika saya memeluk islam dua tahun yang lalu dan saya memutuskan untuk mengenakan Jilbab, awalnya saya merasa khawatir ketika akan pergi ke stasiun kereta bawah tanah, saya pikir semua orang akan melihat saya berbeda namun kenyataannya semua orang memperlakukan saya dengan baik….tapi jujur, dua pekan lalu setelah kasus pembunuhan Rigby, semua orang memandang saya berbeda tidak seperti biasanya.”
Dan ia menambahkan,” ketika saya naik kendaraan umum saya juga melihat beberapa pemuda ingin memukul seorang wanita Muslimah, dan saya sangat merasakan perubahan ini,” katanya.
Laurent membantah perkataan Iparnya Toni Blair, tentang adanya “masalah” di dalam Islam, dan pemikiran bahwa yang mengilhami pembunuhan Lee Rigby adalah Islam sangatlah berbahaya, dan tuduhan ini sungguh tidak benar. (hr/Is)

Saturday, 8 June 2013

Kisah Masuk Islamnya Seorang Dokter



Kisah Masuk Islamnya Seorang Dokter Amerika Karena Satu Ayat Al-Qur’an

Kisah Masuk Islamnya Seorang Dokter Amerika Karena Satu Ayat Al-Qur’an

Kitab Suci Al-Quran
Muslimahzone.com – Beberapa tahun yang lalu, seorang teman bercerita kepadaku tentang kisah masuknya seorang dokter Amerika ke dalam Islam. Dari apa yang kuingat dari kisah yang indah ini adalah : Kisah ini terjadi pada salah satu rumah sakit di Amerika Serikat.
Di rumah sakit tersebut, seorang dokter muslim bekerja dengan keilmuan yang sangat baik, sehingga memberi pengaruh besar untuk mengenal beberapa dokter Amerika. Dan dia, dengan kemampuan tersebut mengundang decak kagum mereka. Diantara para dokter Amerika ini, dia mempunyai satu teman akrab yaitu orang yang memiliki kisah ini. Mereka berdua selalu bertemu dan keduanya bekerja pada bagian persalinan.
Pada suatu malam, di rumah sakit tersebut terjadi dua peristiwa persalinan secara bersamaan. Setelah kedua wanita itu melahirkan, dua bayi tersebut tercampur dan tidak ada yang mengetahui masing-masing pemilik kedua bayi yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan itu. Kerancuan ini terjadi disebabkan kecerobohan perawat yang seharusnya dia menulis nama ibu pada gelang yang diletakkan di tangan kedua bayi tersebut. Dan ketika kedua dokter tersebut tahu bahwa mereka berada dalam kebingungan; Siapakah ibu bayi laki-laki dan siapakah ibu bayi perempuan, maka dokter Amerika berkata kepada dokter Muslim,
”Engkau mengatakan bahwasanya Al-Qur’an telah menjelaskan segala sesuatu dan engkau mengatakan bahwasanya Al-Qur’an itu mencakup semua permasalahan-permasalahan apapun. Maka tunjukkanlah kepadaku cara mengetahui siapa ibu dari masing-masing bayi ini..!!”
Dokter Muslim itupun menjawab,
”Ya, Al-Qur’an telah menerangkan segala sesuatu dan akan aku buktikan kepadamu tentang hal itu. Biarkan kami mendiagnosa ASI kedua ibu dan kami akan menemukan jalan keluar.”
Setelah nampak hasil diagnosa, dengan sangat percaya diri dokter muslim itu memberitahu temannya si dokter Amerika, siapakah ibu sebenarnya dari masing-masing bayi tersebut…!!!! Dokter Amerika itupun terheran-heran dan bertanya, ”Bagaimana kamu tahu?”
Dokter Muslim menjawab
”Sesungguhnya hasil yang nampak menunjukkan bahwasanya kadar banyaknya ASI pada payudara ibu si bayi laki-laki dua kali lipat kandungannya dibanding ibu si bayi perempuan. Perbandingan kadar garam dan vitamin pada ASI si ibu bayi laki-laki itu juga dua kali lipat dibanding ibu si bayi perempuan.”
Kemudian dokter muslim tersebut membacakan ayat Al-Qur’an yang dia jadikan dasar argumen dari jalan keluar itu,
”Bagi laki-laki seperti bagian dua perempuan.” (QS. An-Nisa:11)
Dan setelah mendengarkan dokter Amerika itu arti ayat tersebut, dia jadi bengong, dan dia menyatakan keislamannya secara spontan tanpa ragu-ragu. Subhanallah, Maha Suci Allah Robb semesta alam.
Diambil dari : Kolom Kisah Teladan, Majalah Qiblati |Vol.01/No.4/ Desember 2005 | Dzulqa’idah 1426 H.
sumber: jilbab.or.id
(zafaran/muslimahzone.com)

Tuesday, 4 June 2013

Para mualaf wanita Amerika



Para mualaf wanita Amerika semakin kuat pasca Bom Boston

Selasa, 25 Rajab 1434 H / 4 Juni 2013 11:30
Para mualaf wanita Amerika semakin kuat pasca Bom Boston
Ketika Karen Hunt Ahmed dan suaminya bercerai empat tahun lalu, banyak temannya yang bertanya, “Sekarang kau bisa keluar dari Islam lagi, kan?”
“Bagi mereka mungkin ini hanya seperti hobi. Memeluk Islam ketika saya menikah dengan seorang Muslim lalu kembali murtad ketika saya bercerai dengannya,” kata Hunt Ahmed, pemimpin Chicago Islamic Microfinance Project, yang ia dirikan bersama dua rekannya pada tahun 2009.
Hunt Ahmed (45) adalah seorang wanita Amerika yang menjadi mualaf saat akan menikah dengan seorang pria Muslim. Masuknya wanita ke dalam Islam terutama saat mereka akan atau telah menikah dengan pria Muslim, membuat beberapa orang berpersepsi bahwa mereka masuk Islam karena calon suami atau suami mereka yang mendominasi.
Stereotip seperti itu seakan semakin dihidupkan saat berita pemboman Marathon Boston mencuat. Ketika itu muncul kabar bahwa istri “tersangka” pemboman Tamerlan Tsarnaev, Katherine Russell, masuk Islam setelah bertemu Tsarnaev pada tahun 2009 atau 2010 ketika ia berusia sekitar 21 tahun.
Tamerlan Tsarnaev (26), ditembak polisi Boston dan gugur setelah penangkapannya. Sementara adiknya Dzhokhar (19), kini masih ditahan dan menghadapi tuduhan “terorisme”.
“Banyak media yang telah menggambarkannya [Russel] sebagai seseorang yang dicuci otaknya dan tidak tahu apa yang ia lakukan,” kata Edlyn Sammanasu, yang lahir dan dibesarkan oleh kedua orang tua yang Katolik. Sammanasu mulai mempelajari Islam ketika ia bertemu dengan suaminya yang seorang Muslim di perguruan tinggi, dan ia memeluk Islam ketika ia berusia 21 tahun.
“Ketika saya melihat liputan itu, saya pikir ini konyol,” kata Sammanasu, yang sekarang berusia 32 tahun. Ia adalah seorang penulis teknis di Fremont, California.
Seema Imam, seorang profesor pendidikan di Louis National University di Lisle, Illinois, juga melihat hal yang sama. Ia tidak dibesarkan dalam keluarga Muslim, tapi akhirnya ia memeluk Islam 40 tahun yang lalu pada usia 17 tahun.
“Setiap kali seseorang berbicara tentang mualaf Muslim, mereka mengaitkannya dengan sesuatu yang negatif, hal itu mereka lakukan dengan cara mengatakan, ‘Hati-hati, lihatlah apa yang terjadi ketika Anda menjadi Muslim,’” katanya.
Orang-orang Amerika yang masuk ke dalam Islam berasal dari latar belakang, ras dan etnis, serta interpretasi iman mereka yang berbeda-beda. Beberapa mualaf perempuan langsung memakai kerudung, beberapa lainnya tidak langsung.
Apa yang mereka dengar kemudian adalah tentang persepsi orang lain bahwa mereka tidak mampu membuat pilihan mereka sendiri dalam keputusan yang melibatkan pergulatan spiritual yang substansial.
Namun, yang mereka rasakan justru sebaliknya. Wanita adalah makhluk yang bisa berpikir sendiri. Demikian juga yang dirasakan Malika MacDonald Rushdan yang menjadi mualaf pada tahun 1995 setelah bercerai dengan suaminya yang Kristen. Dia mengucap syahadat di masjid Islamic Society of Boston di Cambridge, di mana Tsarnaev bersaudara sesekali shalat di sana.
“Keyakinan saya, menurut definisi, adalah untuk Sang Pencipta, bukan untuk suami saya,” tulis pengacara Ohio, Sarah Anjum, yang menjadi mualaf sejak hampir 10 tahun yang lalu, saat dia masih kuliah mempelajari gerakan politik Islam dan Arab, empat tahun sebelum ia bertemu dengan suaminya.
Sementara itu, beberapa Muslimah Amerika lainnya menjadi mualaf sebelum mereka menikah. Mereka mulai membaca segala hal tentang Islam. Mereka mengatakan hal itu sangat menyenangkan, mempelajari Islam sebelum bertemu dengan suami mereka di masa depan.
Kelly Wentworth (35), mengatakan kepada temannya yang berasal dari Yaman bahwa ia tertarik untuk belajar tentang Islam. Temannya itu lalu mengenalkan ia pada seorang profesor Muslim yang mengajar di Tennessee Tech, di mana pada saat itu ia dan teman Yaman-nya adalah mahasiswa yang sama-sama belajar di sana. Ketika ia kemudian mengatakan bahwa ia ingin memeluk Islam, temannya tidak merayakannya.
“Dia khawatir orang-orang akan berpikir bahwa saya memeluk Islam karena dia, atau bahwa dia yang memaksa saya untuk mengubah agama saya,” kata Wentworth, yang kini menjadi seorang insinyur perangkat lunak di Atlanta dan anggota dewan Muslim untuk Progressive Values, sebuah kelompok advokasi nasional. “Stereotip di luar sana, kami sedang bertarung melawan itu sekarang.”
Wentworth menjadi begitu khawatir tentang bagaimana teman-teman dan keluarga akan menilainya setelah berita tentang Russell Katherine mencuat. Hal itu membuat dia tidak bisa tidur selama beberapa malam.
Sebuah studi dari Pew Research Center 2011 menemukan bahwa sekitar 20 persen dari sekitar 1,8 juta Muslim di Amerika merupakan mualaf. Sementara studi Pew 2007 menemukan bahwa 49 persen menjadi mualaf pada usia 21 tahun. Penelitian 2007 juga menemukan bahwa 58 persen dari mualaf menjadi mualaf karena tertarik dengan Islam, dan 18 persennya karena alasan keluarga dan pernikahan.
Para mualaf wanita tersebut mengakui bahwa mereka telah mendengar tentang wanita Muslim yang terjebak dalam hubungan keluarga yang kurang harmonis, tapi kemudian mereka mengatakan bahwa hubungan seperti itu bisa dialami oleh semua wanita, bukan hanya wanita Muslim.
“Itu tidak ada hubungannya dengan agama,” kata Wentworth. “Itu masalah kepribadian.”
Katherine Wilson, seorang mualaf dan penduduk Rhode Island yang bekerja dengan perempuan korban kekerasan dan pelecehan seksual, meyakini itu. Ia mengatakan kepada media, hanya dengan mengacu pada kisah Russell, mualaf wanita dipandang secara negatif oleh beberapa orang yang tidak mengenal mereka dan menganggap mereka mengambil keputusan yang bertentangan dengan kehendak mereka sendiri.
Sementara stereotip seperti itu masih mengganggu para mualaf wanita ini, banyak yang mengatakan bahwa mereka telah “kelelahan” karena harus menjelaskan keputusan mereka dalam memeluk Islam. Tapi hal itu tidak berarti bahwa mereka tidak berusaha untuk menjelaskannya kepada orang-orang yang belum memahaminya. Mereka tidak menyerah. Mereka semakin kuat.
“Akan selalu ada orang-orang yang menilai berdasarkan pada ketidaktahuan,” kata MacDonald Rushdan. “Saya akan terus melakukan apa yang saya selalu lakukan. Saya tidak akan menyesal menjadi seorang wanita yang takut kepada Allah, yang dengan imannya memberikan ia kedamaian dan kepuasan batin.” (banan/huffpost/arrahmah.com

Monday, 3 June 2013

Keislaman Michael Jackson



Selasa, 04 Jun 2013

Saudara Raja Pop Ungkap Tentang Keislaman Michael Jackson

AMERIKA (voa-islam.com) – Berita yang beredar tentang keislaman Michael Jackson memang masih kontroversi. Saudara Raja Pop itu pung angkat bicara. Senin (03/06/13), Jermaine Jckson, Saudara Michael Jackson, menjelaskan kepada dunia tentang keislaman saudaranya.
Jermaine, yang masuk Islam pada tahun 90an dan tinggal di Dubay, berkata , “Saya yakin Michael memeluk Islam dan tidak mengumumkannya sebelum ia meninggal pada tahun 2009” tegas Jermaine.
Jermain , yang bernama lain Muhammad Abdul Aziz, mengungkapkan, “Saya ingat sebelum 2 tahuan ia meninggal, ketika aku berada di Saudi untuk melaksanakan umrah. Aku membeli 6  buku religi tentang Islam dari Mekkah. Lalu buku-buku itu saya hadiahkan kepada Michael setelah pulang ke Amerika” tutur Abdul Aziz, menurut kutipan dari harian-harian Inggris.
“Michael  menyembunyikan Islam di dalam hatinya dan tidak mengumumkannya. Daan saya yakin anak-anak Michael juga memeluk Islam dan menyembunyikannya” lanjut Jermaine.
Jermaine mengungkapkan kenapa dirinya bisa masuk Islam, “Saya memiliki pertanyaan-pertanyaan yang membingungkan yang selalu saya cari jawabannya, terutama yang berkaiatan dengan Kristen dan Isa ‘alaihissalam. Dan saya dapat menemukan jawaban yang memuaskan setelah saya masuk Islam” papar saudara Michael yang mengumumkan keislamannya di Saudi.[usamah/imo]